Rambutku Bercahaya

Muthi`ah terlihat sedang asyik bermain, full dari pagi dia belum tidur siang. Memang aku sedikit khawatir akan akan hal ini, kenapa? sekarang Si Soleha ini jarang tidir siang dan sering waktu siangnya dihabiskan untuk main. Tak kulihat wajah lelah dimukanya, ceria dan ceria walau sesekali nangis karena diganggu Rafli teman sepermainannya dan seperti biasa si cantik pulang dan mengadu sama uminya. ” Mi Muthiah di jorogin sama Rafli” kata Muthi`ah mengadu dengan bibir mayun ke depan.  “Ya udah pulang aja, main sama ade Harits aja” saut umi sambil mengusap rambut Muthi`ah. ” Eh mba, rambut mba kok bau yaa.., kebanyakan main sih” kata umi menasehati. “Ngga Mi rambut mba tidak bau tapi wangi dan bercahaya”, sanggah Muthi`ah kepada umi. Umi tersenyum “kamu bisa aja”. Malamnya saya diceritakan istri saya akan kejadian ini, saya tersenyum dan geleng-geleng kepala, kenapa ? ternyata saya punya anak2x yg karunia Allah jenius, padahal saya hanya membacakan pada Muthi`ah setiap mau tidur cerita2x islami, dan benar otak anak2x itu mudah menerima apa yg ia dapat, ia lihat dan ia pegang. Subhanallah, Sooo jagalah dan hiasi dia dengan nilai2x robbani.  

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: